“Yang Punya Mimpi Kan Saya!”: 5 Penghalang yang Membuat Kita Gagal Meraih Mimpi
Author : Chantika Mokodompit

Semua orang pasti pernah bermimpi, baik itu mimpi buruk atau mimpi indah. Tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa mimpi itu hanya bunga tidur, ada juga yang bilang bahwa mimpi itu pertanda akan terjadinya suatu hal, baik itu pertanda buruk ataupun pertanda baik.
Namun selain sebagai bunga tidur ataupun pertanda suatu hal, mimpi juga dapat diartikan sebagai suatu harapan atau cita-cita. Semua orang bebas untuk bermimpi baik itu anak TK sampai para lansia pun pastinya bebas untuk memiliki sebuah mimpi. Lagipula, bermimpi itu kan gratis tidak dipungut biaya. Kita hanya perlu memejamkan mata, kemudian membayangkan menjadi seorang CEO atau dokter, mempunyai mobil Lamborghini atau pun jet pribadi, atau bisa travelling keliling dunia.
Mungkin bagi orang lain mimpi kita adalah suatu hal yang aneh atau terdengar konyol dan mustahil, namun selama kita menyukainya berarti tidak ada yang salah dengan mimpi kita. Karena memang pada dasarnya memiliki mimpi memang hal yang wajar untuk dilakukan, selama kita masih memiliki akal dan bernafas.
Mengejar sebuah mimpi pastinya adalah hal yang bisa dibilang susah-susah gampang. Karena dalam proses mewujudkan mimpi ada yang namanya penghalang. Tapi sebenarnya, selalu ada cara untuk menghadapi penghalang tersebut karena kita memiliki kendali penuh atas diri kita sendiri untuk menghadapi penghalang apapun itu. Berikut adalah beberapa penghalang yang berbentuk pikiran/mindset atau sugesti yang sering sekali menjadi alasan bagi kita untuk tidak mengejar mimpi.
Terjebak dengan obsesi atau ekspektasi Orang Lain
Mengubur mimpi karena obsesi atau ekspektasi orang lain merupakan hal yang sering terjadi di kalangan masyarakat khususnya obsesi orang tua terhadap anak perempuan. Pola pikir bahwa akhir dari anak perempuan adalah menjadi ibu rumah tangga yang baik tanpa harus memiliki karir atau pun pendidikan yang tinggi. Mungkin beberapa dari kita sering mendengar kalimat seperti “kalau sibuk kerja terus, kapan nikahnya ? Mau jadi perawan tua ?” Atau, “Perempuan nggak perlu sekolah tinggi-tinggi, toh akhirnya juga tetap jadi ibu rumah tangga”. Kalimat tersebut adalah momok besar bagi para perempuan yang sangat ingin meningkatkan dirinya dan mewujudkan mimpinya melalui pendidikan. Padahal pendidikan inilah yang menjadi gerbang utama bagi generasi penerus yang cerdas. Memangnya siapa yang tidak mau lahir dari seorang perempuan yang cerdas, tangguh dan berprestasi dunia akhirat?, Pastinya semua orang menginginkannya. Dan ingatlah, hadiah terbaik dari seorang ayah kepada anaknya adalah dengan memilih ibu yang terbaik bagi anaknya. Sedangkan tugas perempuan adalah mencari pasangan yang dapat mendukung dan membantu mimpinya dan mampu menjaga mimpi itu agar tetap utuh dan tidak runtuh.
Belajar dari kisah Pak Ario Muhammad, Ph.D Dalam bukunya Ph.D. Parents’ Story yang berkisah tentang perjuangan Pak Ario bersama istrinya untuk meraih beasiswa gelar S3 di University of Bristol, Inggris. Perjuangan yang dipenuhi banyak kegagalan, penolakan, hingga hampir menjatuhkan mental sang istri. Dari buku ini kita belajar bahwa mewujudkan harapan dan mimpi tidaklah semulus yang kita bayangkan, entah itu melalui kegagalan, masalah dan takdir Allah yang tidak sesuai dengan rencana. Akan tetapi, tetaplah teguh pada prinsip bahwa mimpi kita layak untuk diperjuangkan, jangan pernah berhenti berusaha apalagi karena obsesi orang lain semata. Raihlah pendidikan sejauh dan setinggi mungkin. Sebab melalui pendidikan kita akan dimuliakan oleh Allah.
Merendahkan diri sendiri: “Saya Tidak pintar”
Dalam hal ini, banyak para remaja yang menyerah pada mimpinya di karenakan anggapan tentang dirinya yang tidak pintar atau paling bodoh di antara teman-teman lainnya. Anggapan bahwa orang sukses hanyalah para orang-orang pintar. Anggapan-anggapan seperti ini dapat membawa kita pada kecemasan akan masa depan, bahkan membuat kita menyerah pada masa depan.
Nah, dalam hal ini yang perlu kita pahami bahwa setiap orang diciptakan dengan kemampuan dan kekurangan yang berbeda-beda. Mungkin teman kita unggul dalam hal kepintaran sedangkan kita tidak. Tapi, kita bisa saja unggul dalam hal kerja keras, gigih dan pantang menyerah.
Dalam kisah lainnya, yakni penemu lampu pijar Thomas Alva Edison. Thomas adalah anak yang divonis bodoh oleh gurunya, dirinya merupakan anak yang memiliki ranking yang buruk di sekolahnya bahkan ia dikeluarkan dari sekolahnya. Tapi, yang membuat Thomas berbeda adalah dia tidak pantang menyerah. Thomas yang tidak lagi sekolah sangat gemar dalam bereksperimen, terutama dalam percobaan ilmiahnya sendiri yaitu menciptakan lampu pijar. Singkat cerita, setelah dirinya melakukan percobaan dengan 6000 bahan yang berbeda serta 9.955 kali berhasil menemukan lampu yang gagal menyala, Thomas akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala [1]. Bayangkan 9.955 kali. Jika saja kita hidup sezaman dengannya, mungkin kita adalah salah satu orang yang mengatakan “udah nyerah aja, cuman buang-buang waktu”. Tapi, nyatanya walaupun gagal beribu-ribu kali Thomas tetap gigih pada pendiriannya yaitu pantang menyerah. Kegigihannya inilah yang patut kita teladani.
Alasan klasik: “Saya Tidak Punya Cukup Uang”
Mungkin kita pernah berpikir bahwa dengan memiliki banyak uang kita bisa mewujudkan apapun. Tapi dalam mewujudkan mimpi, kita tidak diharuskan untuk memiliki banyak uang. Dengan bermodalkan usaha kita bisa saja mewujudkan mimpi kita.
Dalam hal ini, kita patut mencontoh J.K Rowling yang berhasil mewujudkan mimpinya dengan hanya bermodalkan pemikiran dan setumpuk kertas. J.K Rowling merupakan single mother yang saat itu harus hidup membesarkan anaknya sendiri dalam keadaan ekonomi yang sangat sulit. Dalam keadaan seperti itu, ia tetap terus berusaha mewujudkan mimpinya menjadi seorang penulis. Ia bahkan berulang kali ditolak oleh para penerbit. Hingga akhirnya hasil karyanya novel Harry Potter, berhasil mengubah hidupnya dengan merajai dunia cerita fiksi hingga saat ini.
Alasan klasik lain: “Saya Sudah Terlambat”
Jika ada dari kalian yang berpikir bahwa sudah terlambat dalam mewujudkan mimpi, maka kalian harus mengenal Colonel Harland Sanders bapak pendiri KFC. Kisah suksesnya dalam mewujudkan mimpinya berhasil menginspirasi banyak orang.
Diusianya yang tidak lagi muda yaitu 65 tahun Colonel yang saat itu merupakan seorang pensiunan berhasil mendirikan sebuah rumah makan ayam goreng, dikarenakan dia juga seorang penggemar ayam goreng. Tidak hanya sampai disitu, Colonel sempat mengalami kebangkrutan hingga ia harus menjual rumah makannya dan memiliki hutang yang tidak sedikit. Meski dengan kondisi jiwa yang remuk dan serba kekurangan, akan tetapi Colonel tidak menyerah. Ia terus menawarkan resep ayam KFC nya dan telah di tolak oleh 1009 perusahaan makanan. Hingga pada akhirnya resep ayam gorengnya banyak disukai. Hingga sampai saat ini telah banyak franchise KFC nya yang berdiri di seluruh dunia.
Terperangkap di Zona Nyaman
Kita semua tau apa yang perlu kita lakukan untuk mewujudkan mimpi kita. Tetapi kebanyakan orang masih tidak melakukannya karena sulit untuk keluar dari zona nyaman dan hanya membuat banyak alasan. Stop membuat alasan dan keluar lah dari zona nyaman. Orang-orang yang berhasil mewujudkan mimpinya adalah orang yang berani menghadapi tantangan, salah satunya kegagalan. Sedangkan orang yang berani gagal adalah orang yang berani untuk keluar dari zona nyaman.
Mimpi boleh gratis, tapi untuk mewujudkannya ada harga yang harus dibayar. Pak Ario Muhammad bersama istrinya jatuh bangun meraih gelar S3 nya. Thomas Alva Edison jatuh bangun mencoba ribuah percobaannya. J.K Rowling jatuh bangun di atas sulitnya kondisi ekonomi pribadinya. Colonel Harland Sanders jatuh bangun dalam mewujudkan impiannya dengan kondisi yang tidak lagi muda. Itu semua tidak gratis dan harga yang dibayar tidaklah murah. Ada waktu, konsistensi dan kesabaran yang berjalan beriringan dan merekalah para pemimpi besar itu.
Jika nanti mimpi kita di ejek, maka seharusnya kita bersyukur. Kita tahu bahwa hanya kita yang dapat mewujudkan itu dan bahwa mimpi itu bisa diraih dengan mengorbankan seluruh usaha dan berdoa. Mereka para pencibir hanya merasa iri dengan kita. Karena kenapa ? Karena mereka tidak mampu akan hal itu dan mereka sadar bahwa kita telah berjalan jauh dari mereka. Jadi, ingatlah teman-teman, cacian dan hinaan mereka hanya sepanjang lidahnya saja. Tidak akan lebih dari itu.
Referensi :
[1] Wahyu, Sebastian. 2020. Seni Menjaga Kewarasan Hidup. PT Elex Media Komputindo
[2] https://www.wartaekonomi.co.id/read204586/kisah-sukses-yang-inspiratif-dari-pendiri-kfc