Kotamobagu, 10 Juni 2025 — Puluhan siswa dan siswi dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kotamobagu menggelar aksi kampanye konservasi air secara door to door di Desa Poyowa Kecil. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa pagi tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap krisis air yang kian mengancam ketersediaan sumber daya alam, baik secara lokal maupun global.

Aksi ini dilatarbelakangi kekhawatiran akan semakin berkurangnya sumber air bersih di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Kotamobagu. Beberapa faktor penyebab seperti kebiasaan membuang limbah rumah tangga ke aliran sungai, penggunaan air yang berlebihan tanpa kontrol, serta dampak perubahan iklim yang memperpanjang musim kemarau menjadi alasan kuat mengapa isu ini perlu segera ditanggapi dengan serius.
Dengan membawa media kampanye seperti pamflet, para siswa menyampaikan pesan kepada warga mengenai pentingnya menghemat air, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengelola limbah rumah tangga dengan benar agar tidak mencemari sumber air. Mereka juga membagikan tips praktis seperti mematikan kran saat tidak digunakan, menampung air hujan untuk keperluan rumah tangga, serta menanam pohon guna menjaga keseimbangan siklus air.

“Konservasi air bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aktivis lingkungan saja. Setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan air bersih, dimulai dari kebiasaan paling sederhana di rumah,” ujar Khanza Paputungan, salah satu peserta kampanye.
Metode door to door dipilih agar pesan yang disampaikan lebih efektif dan bersifat personal. Para siswa berdialog langsung dengan warga, mendengarkan kebiasaan masyarakat dalam penggunaan air sehari-hari, dan memberikan edukasi secara ramah dan komunikatif. Interaksi ini tidak hanya memberikan wawasan kepada warga, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi para siswa dalam memahami tantangan konservasi air secara langsung di lapangan.
Warga Desa Poyowa Kecil menyambut baik kegiatan ini. Banyak dari mereka mengaku bahwa pendekatan yang dilakukan para siswa terasa lebih membumi dan menyentuh.
Kampanye konservasi air ini diharapkan tidak berhenti di Desa Poyowa Kecil saja. Semangat menjaga lingkungan dan mengelola air secara bijak diharapkan dapat menular dan menjadi budaya positif yang tumbuh di tengah masyarakat.
Reporter : Juwita Rampan Dondo